Ask
Me


Test
Drive


Find


Brochure

Click
Me

Back
to Top

Puluhan Juta Bisa Keluar Akibat Salah Pilih BBM Part 2

  News /   27 Agustus 2021

 

Arief menyampaikan kerusakan pada mesin akibat salah menggunakan bahan bakar dapat dilihat dari piston dan silinder headnya. “Kalau pake pertamax, kasarnya kaya debu-debu yang mudah dibersihkan, kotor tapi tidak sehitam itu (pistonnya),” tutur Arief.

Ia menambahkan kalau hasil pembakarannya hitam itu menunjukkan penggunaan bahan bakar yang boros. “Kalau piston sudah hitam sekali berarti oktannya tidak sesuai karena meledak duluan, dia terbakar duluan jadinya menimbulkan kerak-kerak hitam,” tambahnya.

Arief mengungkapkan apabila sampai terjadi turun mesin, dia menaksir harga yang berlaku di Honda untuk perbaikan sekitar Rp269.000 per jam, itu standard Honda dimanapun tinggal dikalikan berapa lama perbaikan yang diperlukan.

Baca Juga : 5 Keunggulan Honda Mobilio, dari Kabin Luas Hingga Irit Bensin!

“Waktu yang dibutuhkan untuk turun mesin adalah 24 jam. Ini adalah waktu tercepat nasional yang disusun oleh Honda Motor di Jepang dan Honda Prospect Motor sebagai ATPM kita. Itu baru ongkos untuk bongkar mesinnya aja dan pasangnya,” ucapnya.

Arief mengatakan untuk sparepart sendiri apabila tidak parah bisa merogoh kocek sampai 15 juta. Kalau kondisinya parah, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai 30 juta ditambah ongkos kerjanya tadi sekitar 6 jutaan keatas.

Di akhir, Arief menghimbau pengguna kendaraan untuk mempertimbangkan bijak-bijak untuk mimilih dan menggunakan bahan bakar kendaraan.

“Kalau kita menggunakan bahan bakar yang bersih berarti kita menentukan jangka panjang keawetan mesin kendaraan kita. Tapi kalau kita menggunakan BBM oktan rendah, berarti kita sudah harus siap dengan biaya-biaya yang besar dikemudian hari,” pungkasnya.

Sumber : Tribunnews.com