Ask
Me


Test
Drive


Find


Brochure

Click
Me

Back
to Top

Risiko Ban Mobil yang Sering Melibas Lubang Jalan Jangan Dianggap Sepele

  News /   03 Februari 2026

Kondisi jalan berlubang masih menjadi masalah umum di banyak wilayah, terutama saat musim hujan. Genangan air kerap menutupi lubang jalan sehingga sulit terlihat oleh pengemudi. Akibatnya, tidak sedikit mobil yang terpaksa menghantam lubang dengan kecepatan tertentu.

Sayangnya, banyak pemilik mobil menganggap kejadian ini sebagai hal biasa. Padahal, kebiasaan sering “melibas” lubang jalan dapat memicu berbagai kerusakan serius, tidak hanya pada ban, tetapi juga pada sistem suspensi dan kaki-kaki mobil. Dampaknya bukan sekadar biaya perbaikan mahal, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan berkendara.

Ban sendiri merupakan komponen vital yang menopang beban kendaraan sekaligus menjaga kenyamanan, stabilitas, dan kontrol mobil di jalan. Ketika ban terus-menerus menerima benturan keras, efek domino pada komponen lain pun sulit dihindari.

1. Ban Benjol dan Struktur Ban Rusak

Salah satu risiko paling sering terjadi akibat menghantam lubang adalah ban benjol. Kondisi ini muncul karena lapisan dalam ban (sidewall) rusak akibat tekanan ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba. Benturan keras dapat memutus serat ban, sehingga muncul tonjolan di permukaan.

Ban benjol sangat berbahaya jika tetap digunakan karena risiko pecah ban, terutama di kecepatan tinggi, meningkat drastis. Sayangnya, kondisi ini tidak dapat diperbaiki dan satu-satunya solusi aman adalah mengganti ban dengan yang baru.

2. Velg Bengkok atau Retak

Selain ban, velg menjadi komponen yang paling terdampak saat mobil menghantam lubang. Velg bengkok umumnya terjadi akibat benturan keras, terutama pada velg berbahan alloy yang relatif lebih rentan dibanding velg baja.

Velg yang sudah bengkok dapat menyebabkan setir bergetar, mobil terasa tidak stabil, hingga kebocoran angin pada ban tubeless. Dalam kondisi ekstrem, velg bahkan bisa retak dan membahayakan keselamatan pengemudi. Biaya perbaikan atau penggantian velg pun tidak sedikit, apalagi untuk velg berukuran besar atau model khusus.

3. Tekanan Angin Ban Menjadi Tidak Stabil

Benturan berulang pada lubang jalan dapat menimbulkan kebocoran halus pada ban atau pentil. Akibatnya, tekanan angin sering berkurang tanpa disadari.

Ban dengan tekanan angin yang tidak ideal membuat konsumsi bahan bakar lebih boros, handling menurun, dan ban menjadi lebih cepat aus secara tidak merata. Jika dibiarkan, usia pakai ban akan jauh lebih pendek dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

4. Kerusakan pada Kaki-Kaki Mobil

Dampak menghantam lubang tidak berhenti di ban dan velg. Benturan keras juga diteruskan ke komponen kaki-kaki seperti shock absorber, ball joint, tie rod, dan bushing.

Kerusakan kaki-kaki biasanya ditandai dengan munculnya bunyi “gluduk” saat melewati jalan tidak rata, setir terasa tidak lurus, atau mobil terasa limbung. Jika tidak segera ditangani, kenyamanan berkendara akan menurun drastis dan risiko kecelakaan meningkat.

5. Suspensi Lebih Cepat Aus

Suspensi mobil memang dirancang untuk meredam guncangan, namun bukan berarti mampu menahan benturan keras secara terus-menerus. Mobil yang sering melewati lubang jalan dengan kecepatan tinggi akan membuat shock absorber bekerja jauh lebih berat dari seharusnya.

Dalam jangka panjang, suspensi akan lebih cepat aus dan kehilangan kemampuan meredam guncangan. Akibatnya, mobil terasa keras, kurang nyaman, dan tidak stabil saat bermanuver.

6. Sudut Kemiringan Roda Berubah

Benturan akibat lubang jalan juga dapat mengubah sudut roda (wheel alignment). Jika sudut kemiringan roda berubah, mobil cenderung menarik ke satu sisi dan ban akan aus tidak merata.

Banyak pemilik mobil tidak menyadari bahwa kebiasaan menghantam lubang jalan merupakan penyebab utama masalah spooring dan balancing. Jika dibiarkan, bukan hanya ban yang cepat habis, tetapi juga kenyamanan dan keselamatan berkendara ikut terganggu.

7. Risiko Kecelakaan Meningkat

Ban rusak, velg bengkok, serta kaki-kaki bermasalah secara langsung meningkatkan risiko kecelakaan. Handling mobil menjadi kurang presisi, jarak pengereman bertambah, dan kontrol kendaraan menurun terutama saat melaju di kecepatan tinggi atau kondisi jalan basah.

Masalah ini sering tidak terasa secara instan, namun efeknya muncul perlahan dan bisa berakibat fatal jika diabaikan.

 

8. Cara Mengurangi Risiko Kerusakan Akibat Lubang Jalan

Agar ban dan komponen mobil lebih awet, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Kurangi kecepatan saat melihat atau mencurigai adanya lubang jalan
  • Jaga tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan
  • Gunakan ban dengan profil yang sesuai dengan kondisi jalan
  • Lakukan pengecekan kaki-kaki mobil secara berkala
  • Segera periksa ban dan velg setelah menghantam lubang besar

Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu memperpanjang usia ban dan menjaga performa mobil tetap optimal.

Source : https://otospector.co.id/blog/risiko-ban-mobil-yang-sering-libas-lubang-jalanan-jangan-dianggap-sepele