Ask
Me


Test
Drive


Find


Brochure

Click
Me

Back
to Top

Mana yang Punya Perawatan Lebih Mahal, Mobil Matik atau Manual?

  News /   25 Maret 2022

Banyak produsen otomotif yang kini menawarkan mobil dengan transmisi otomatis atau matik. Hal ini sejalan dengan banyaknya minat konsumen untuk memilih mobil dengan transmisi tersebut lantaran dianggap lebih mudah dalam hal pengoperasiannya. Meski begitu, dari segi perawatan, banyak yang menganggap mobil bertransmisi matik lebih mahal dibandingkan mobil manual. Benarkah demikian?

Dilansir dari otomotif.kompas.com, Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis Worner Matic mengatakan, perawatan mobil matik memang memiliki biaya yang sedikit lebih besar, terutama dalam hal penggantian oli. Namun, untuk perawatan yang lain mobil matik hampir tidak ada.  

Baca juga: Jangan Sembarangan, Ada Etika Menyalip saat Berkendara Mobil 

“Kalau manual, ada perawatan berupa biaya ganti oli. Selain itu, mobil manual juga interval penggantian kampas koplingnya lebih pendek dari pada mobil matik yang bisa mencapai 5 atau bahkan 10 tahun,” ucap Hermas kepada Kompas.com belum lama ini. Selama periode tersebut, menurut Hermas, mobil matik hanya perlu perawatan berupa ganti oli saja. Sedangkan pada mobil bertransmisi manual, selain pergantian oli, ditambah lagi dengan kampas kopling. 
 
“Jangan lupa, faktor lain seperti benefit yang ditawarkan mobil matik. Mobil manual perlu injak kopling terus, sehingga lebih cepat pegal, sementara mobil matik tinggal injak pedal gas,” kata dia. Selain itu, faktor psikologis juga perlu diperhitungkan. Pengemudi mobil manual, kata Hermas, lebih sering kelelahan atau stres. Berbeda dibanding orang yang bawa mobil matik. “Tingkat stresnya mungkin berbeda jika menggunakan mobil manual dan matik. Tapi, mengonversi hal tersebut ke rupiah itu yang cukup sulit,” katanya. Faktor-faktor tersebut yang jarang diperhitungkan secara materi. Berapa besar biaya yang dikeluarkan akibat penggunaan mobil manual atau sebaliknya. 
 
Hermas mengatakan, sebagian besar orang hanya terpaku pada masalah pergantian oli saja, tanpa mempertimbangkan faktor lainnya.  

Baca juga: Pertama Kali Di Indonesia, Honda HR-V Generasi Kedua Menghadirkan Varian RS Dengan Mesin Turbo Dan Fitur Honda Sensing Di Semua Varian 

Jika dilihat dari faktor unggal, mobil matik penggantian olinya memang lebih boros. Tetapi, kalau lihat penggantian kampas koplingnya, matik lebih lama dibanding manual. “Jadi sebaiknya dilihat dari tiga parameter. Selain pergantian oli dan kampas kopling, juga melihat efek psikologisnya,” kata dia.