Ask
Me


Test
Drive


Find


Brochure

Click
Me

Back
to Top

Tips Nyetir Mobil di Musim Penghujan, Periksa Fungsi Komponen Ini

  News /   27 Oktober 2022

Sejumlah daerah di Indonesia mulai memasuki musim hujan. Oleh sebab itu para pengemudi sebaiknya mempersiapkan kendaraannya supaya tetap prima menghadapi kondisi hujan, dan membuat perjalanan menjadi aman serta nyaman.

Dikutip dari oto.detik.com, Ada sejumlah pengecekan kondisi kendaraan yang harus dilakukan oleh pemilik untuk memastikan kendaraan siap menghadapi perjalanan di musim hujan. Selain itu, ada juga beberapa cara berkendara yang bisa dilakukan pengendara mobil saat musim hujan. 
 
Berikut tipsnya: 
 
1. Mengecek Kondisi Lampu

Bagian pertama yang harus diperiksa kondisinya adalah bagian lampu dan wiper. Kedua komponen ini sangat penting untuk diperiksa kondisinya lantaran akan membantu visibilitas kala melakukan perjalanan di musim hujan. Pertama, pastikan lampu-lampu bekerja dengan baik dan menyorot dengan baik. Periksa untuk lampu dekat, lampu jauh, lampu sein, dan lampu hazard. 

 
Baca Juga: Mengenal Flat Spot, Kondisi Ban Rusak Gegara Mobil Kelamaan Parkir 

 
2. Kondisi Wiper Harus Maksimal 

Komponen wiper harus dipastikan kondisinya mulai dari karetnya masih menyeka air dengan maksimal atau tidak. Cek juga cairan pembersih wiper untuk memaksimalkan pembersihan kaca yang kotor. 
 
3. Menjaga Kondisi Ban dan Tekanan Angin 

Ban menjadi salah satu aspek yang harus diperiksa karena merupakan komponen yang langsung bersentuhan dengan aspal. Aspek pertama yang perlu diperhatikan pertama adalah kondisi kembangan ban. Apabila sudah mulai menipis maka waktunya diganti untuk memaksimalkan daya cengkeram ban saat perjalanan. 

Selain itu, silakan dicek tekanan angin apakah sudah sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Pemilik kendaraan bisa mengecek rekomendasi tekanan angin ban melalui informasi yang ditempel di pilar B pintu pengemudi. 
 
4. Hindari Jalanan yang Tergenang/Banjir 

Hujan membuat sejumlah jalan tergenang air atau bahkan banjir yang membuat permukaan aspal tidak terlihat. Pencegahan pertama yang harus dilakukan mulai dari menghindari genangan air untuk mengantisipasi adanya jalan berlubang yang tidak terlihat. 
 
Kemudian ketika menemukan jalan banjir, alangkah baiknya tidak menerjang dan disarankan mencari rute lain yang lebih aman. Ada banyak risiko yang dihadapi saat menerjang banjir, mulai dari kaki-kaki lebih cepat karat hingga risiko water hammer yang membuat mesin mati. 

 

Baca Juga: Sering Dianggap Hanya Pemanis, Ini Fungsi High Mount Stop Lamp 

 
5. Menjaga Kecepatan 

Jaga kecepatan kala berkendara karena jalanan lebih licin dan pandangan mengemudi lebih terbatas akibat air hujan. Kemudian jaga jarak kendaraan lebih dari 3 detik untuk menghindari tabrakan beruntun di jalan.