Ask
Me


Test
Drive


Find


Brochure

Click
Me

Back
to Top

Jangan Asal Bawa Barang di Atas Mobil Pakai Terpal dan Tambang

  News /   03 Mei 2022

Mudik lebaran sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Para pemudik pulang ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara.

Dikutip dari otomotif.kompas.com, Menyiasati keterbatasan bagasi dan kabin, saat mudik kerap ditemukan pengemudi membawa barang bawaan di atap mobil dengan ditutup terpal dan diikat tali tambang. Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, perilaku tersebut merupakan tindakan asal-asalan dan dapat membahayakan.  

 

Baca juga: Ingat, Mengendarai Mobil Matik Tak Sekadar Gas dan Rem Saja  

 

"Sebenarnya tidak disarankan ya, karena itu membahayakan," kata Marcell kepada Kompas.com belum lama ini. 
 
Ada beberapa risiko yang akan ditimbulkan dengan membawa barang bawaan di atap mobil. Pertama, keseimbangan mobil akan berubah karena center of gravity juga berubah. "Kedua, drag force akan meningkat sehingga konsumsi bahan bakar kendaraan juga akan lebih boros," ucapnya.  

Ketiga, ada kemungkinan barang bawaan jatuh dan mencelakai pengguna jalan lainnya. Marcell menyarankan, jika membawa barang banyak lebih baik ditaruh di dalam mobil saja. "Yang aman berada di dalam kendaraan, lebih baik terpisah dengan penumpang dan terikat baik sehingga bila terjadi kecelakaan atau terguling, barang bawaan tidak membahayakan bagi penumpang," ucap Marcell. 

 

Baca juga: Arus Mudik Lebaran 2022 Bakal Padat, Ini Trik Hemat BBM Saat Macet 

 
 
Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan membawa barang bawaan sembarangan di atap meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas. "Yang pasti dengan berat yang bertambah maka handling mobil juga akan berkurang, konsumsi bahan bakar juga akan lebih boros karena beban mobil yang lebih berat," katanya.  

"Sebisa mungkin tidak menaruh barang bawaan di atap, bila memang sudah tidak muat jangan paksa dibawa, utamakan keselamatan dalam berkendara itu jadi prioritas utama," ujar Jusri.