Ask
Me


Test
Drive


Find


Brochure

Click
Me

Back
to Top

Jaga Jarak Saja Belum Cukup, Begini Cara Aman Berkendara di Belakang Kendaraan Besar

  News /   09 November 2022

Jaga Jarak Saja Belum Cukup, Begini Cara Aman Berkendara di Belakang Kendaraan Besar. Ada hal yang perlu dilakukan saat berkendara berada di belakang kendaraan besar seperti truk dan lainnya. 

Dikutip dari otomania.gridoto.com, Saat berkendara berada di belakang kendaraan besar, Biasanya kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan rendah. Nah, karena kecepatannya rendah, tak jarang menimbulkan perasaan was-was terutama pada kondisi jalan tanjakan. 

 

Baca Juga: Jangan Panik, Ini Jurus buat Pengemudi Mobil Pemula Saat Lewat Tanjakan 

 

Sebab kendaraan besar bisa saja berhenti atau mundur secara tiba-tiba yang tentunya bisa membahayakan kendaraan lain di belakangnya. 

Andry Berlianto, selaku Instruktur Defensive Driving Global Defensive Driving Consulting (GDDC) mengatakan, menjaga jarak merupakan cara aman terutama saat berkendara di sekitar kendaraan besar seperti truk. 

"Jauh lebih baik, pastikan posisi kita terpantau oleh pengemudi truk dengan cara kita bisa melihat si pengemudi truk melalui kaca spion truk," ujar Andry, pada Senin (31/10/2022).  

Andry mengungkapkan cara tersebut menandakan pemilik kendaraan sudah bisa terlihat oleh pengendara truk di depan. 

Masih menurut Andry, pengendara bisa menjaga jarak aman dengan cara memastikan ban belakang truk terlihat secara penuh dari dalam mobil, agar bisa cepat membaca bahaya jika terjadi keadaan darurat. 

 

Baca Juga: 3 Hal Wajib Diperhatikan saat Pasang Dash Cam di Mobil Bekas, Jangan Cuma Pentingin Ketajaman Gambar 

 

"Dengan melihat ban belakang truk secara penuh, artinya kendaraan sudah mendapatkan radius putar jika diperlukan untuk menghindar," jelasnya. "Pastikan juga selalu standby pada fitur rem kendaraan dan pastikan rem dalam keadaan baik," tegas Andry. 

Selain itu, penguasaan jalur merupakan hal cukup penting agar perjalanan aman dan pantau arus lalu lintas melalui GPS. "Pakai GPS jika perlu apakah rute tersebut tersendat oleh lalu lintas yang sibuk atau ada hal lain," pungkas Andry.