Ganti atau Kuras Oli Transmisi Otomatis? Pahami Bedanya!
News / 09 Januari 2026
Mayoritas mobil keluaran terbaru kini telah menggunakan transmisi otomatis, Berbeda dengan transmisi manual, sistem ini memiliki karakteristik tersendiri sehingga membutuhkan pola perawatan yang juga tidak sama.
Pada transmisi otomatis, terdapat cairan pelumas khusus yang berfungsi mendukung kinerja sistem. Sama seperti cairan lain yang digunakan pada kendaraan, pelumas ini juga tidak bersifat permanen dan perlu diganti secara berkala. Dalam praktik perawatannya, penggantian oli Transmisi otomatis dapat dilakukan dengan dua metode, yakni mengganti oli atau melakukan pengurasan. Sayangnya, tidak sedikit pemilik kendaraan yang belum memahami perbedaan antara keduanya.
Perlu diketahui bahwa mengganti dan menguras oli transmisi otomatis merupakan dua jenis pekerjaan yang berbeda. Perbedaan tersebut mencakup peralatan yang digunakan, proses pengerjaan, komponen pendukung, hingga biaya yang harus dikeluarkan.
Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis transmisi matik Worner Matic, menjelaskan bahwa pada transmisi otomatis, baik tipe konvensional maupun CVT, kebutuhan oli untuk penggantian biasa berada di kisaran 3 hingga 4 liter. Sementara itu, untuk proses pengurasan, jumlah oli yang dibutuhkan bisa mencapai 12 liter dan waktu pengerjaannya pun lebih lama.
Lebih lanjut, Hermas menerangkan bahwa ganti oli transmisi dilakukan dengan mengganti oli yang berada di area penampungan atau karter. Adapun kuras oli berarti mengeluarkan dan mengganti seluruh oli yang terdapat di dalam sistem transmisi secara menyeluruh.
Baca juga: Masih Banyak yang Salah! Ini Batas Kecepatan Jalan Tol yang Wajib Kamu Tahu
Karena prosesnya berbeda, jumlah oli yang digunakan pada pengurasan tentu lebih banyak. Selama ini, berkembang anggapan bahwa oli transmisi perlu diganti setelah kendaraan menempuh jarak tertentu, sementara pengurasan dilakukan pada jarak tempuh yang lebih panjang. Namun, anggapan tersebut dinilai kurang tepat.
Menurut Hermas, apabila penggantian oli transmisi dilakukan secara rutin sesuai waktunya, maka pengurasan tidak selalu dibutuhkan. Hal ini karena oli di dalam sistem transmisi akan terus diperbarui sehingga fungsi pelumasan tetap optimal. Meski demikian, pengurasan tetap diperlukan apabila kondisi oli sudah tidak lagi bekerja dengan baik, yang umumnya ditandai dengan munculnya penurunan performa pada transmisi.
