
Dampak Besar Jika Mobil Tidak Diservis Pasca Mudik Lebaran
News / 05 April 2025
Mudik Lebaran sering kali melibatkan perjalanan jauh dengan berbagai kondisi jalan yang tidak selalu mulus. Selama perjalanan, mobil bekerja lebih keras dari biasanya, sehingga beberapa komponennya mengalami keausan.
Sayangnya, banyak pemilik mobil yang langsung menggunakannya untuk aktivitas harian tanpa melakukan servis terlebih dahulu. Hal ini bisa berdampak besar pada performa kendaraan dan bahkan membahayakan keselamatan.
Agar tidak mengalami kerusakan parah atau risiko kecelakaan, simak dampak besar jika mobil tidak diservis pasca mudik Lebaran berikut ini.
Dampak Besar Jika Mobil Tidak Diservis Pasca Mudik
1. Mesin Mobil Cepat Rusak
Pada kondisi normal, oli mesin standar Honda memiliki masa pakai hingga 10.000 km. Namun, dalam perjalanan mudik yang sering diwarnai kemacetan, meskipun jarak tempuh kendaraan tidak bertambah signifikan, mesin tetap bekerja dalam kondisi berat. Akibatnya, pelumasan mesin berkurang dan potensi keausan meningkat.
Untuk menghindari masalah ini, disarankan mengganti oli sebelum mencapai 10.000 km, terutama setelah perjalanan panjang dan macet yang membebani kinerja mesin.
2. Risiko Overheat Meningkat
Radiator memiliki peran penting dalam menjaga suhu mesin tetap stabil. Jika cairan radiator tidak diganti atau tidak dicek setelah perjalanan jauh, risiko overheat akan meningkat. Akibatnya:
- Mesin mobil lebih cepat panas dan performanya menurun.
- Jika dibiarkan, overheat bisa menyebabkan kerusakan serius pada komponen mesin, termasuk blok mesin retak.
- Perjalanan menjadi lebih berisiko karena mobil bisa mogok di tengah jalan.
Untuk mencegah hal ini, pastikan air radiator selalu dalam kondisi cukup dan bersih setelah mudik.
3. Rem Tidak Berfungsi Optimal
Rem adalah salah satu komponen terpenting dalam mobil. Selama perjalanan jauh, sistem pengereman bisa mengalami keausan akibat penggunaan yang intens. Jika tidak segera dicek, bisa terjadi:
- Kampas rem menipis, sehingga pengereman kurang pakem.
- Minyak rem bisa berkurang atau kotor sehingga sistem pengereman tidak bekerja maksimal.
- Rem berbunyi saat diinjak, menandakan gesekan berlebih antara cakram dan kampas rem.
- Jika dibiarkan, rem bisa blong dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Solusinya adalah memeriksa kondisi kampas rem, cakram, dan minyak rem setelah perjalanan jauh. Jika ada tanda-tanda keausan, segera lakukan penggantian untuk menjaga keselamatan.
4. Ban Mobil Bisa Pecah di Jalan
Ban merupakan satu-satunya bagian mobil yang langsung bersentuhan dengan jalan. Selama perjalanan jauh, tekanan dan gesekan yang tinggi bisa menyebabkan:
- Ban aus tidak merata atau bahkan benjol.
- Tekanan udara dalam ban berkurang, meningkatkan risiko pecah ban.
- Handling mobil menjadi kurang stabil, terutama saat kecepatan tinggi.
Ban yang tidak dicek setelah mudik berisiko pecah di jalan, terutama jika melintasi jalanan yang panas atau berlubang. Pastikan tekanan udara ban sesuai standar dan tidak ada kerusakan fisik pada ban sebelum kembali digunakan untuk aktivitas harian.
5. Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros
Jika mobil terasa lebih boros setelah perjalanan mudik, kemungkinan ada beberapa penyebab yang terkait dengan kondisi mesin dan ban, seperti:
- Filter udara kotor, sehingga pembakaran dalam mesin tidak optimal.
- Ban kurang angin atau tidak sejajar, yang membuat mesin bekerja lebih keras.
- Pelumas mesin kotor, menyebabkan gesekan berlebih dalam mesin dan meningkatkan konsumsi bahan bakar.
Dengan melakukan servis pasca mudik, mobil bisa kembali ke kondisi optimal dan lebih hemat bahan bakar.
6. Kaki-Kaki Mobil Cepat Aus
Selama perjalanan jauh, kaki-kaki mobil sering mengalami tekanan berlebih akibat melewati jalan berlubang, bergelombang, atau berbatu. Jika tidak segera dicek, dampaknya bisa berupa:
- Suspensi melemah, menyebabkan mobil terasa limbung saat dikendarai.
- Setir terasa bergetar atau mobil cenderung menarik ke satu sisi.
Agar mobil tetap nyaman dikendarai, lakukan spooring dan balancing untuk menyeimbangkan kembali roda serta periksa sistem suspensi agar tetap dalam kondisi baik.
7. Kelistrikan Mobil Bermasalah
Penggunaan AC, sistem audio, lampu, dan perangkat elektronik lainnya selama perjalanan mudik bisa membuat aki bekerja lebih keras. Jika tidak diperiksa, bisa terjadi:
- Tegangan aki melemah, sehingga mobil sulit dinyalakan.
- Alternator tidak berfungsi optimal, menyebabkan suplai listrik ke sistem mobil terganggu.
- Lampu-lampu mobil menjadi redup atau bahkan mati.
Cek tegangan aki dan kondisi kabel-kabel kelistrikan setelah mudik. Jika aki sudah melemah atau mendekati masa pakai habis, pertimbangkan untuk menggantinya agar tidak mengalami mogok mendadak.
Kesimpulan
Setelah perjalanan jauh saat mudik Lebaran, servis mobil bukan hanya sekadar perawatan rutin, tetapi langkah penting untuk menjaga keselamatan dan performa kendaraan. Jika mobil tidak segera diservis, berbagai dampak buruk bisa terjadi, mulai dari mesin cepat rusak, risiko overheat, rem tidak pakem, ban aus, hingga kelistrikan bermasalah.
Jangan tunggu sampai terjadi kerusakan yang lebih serius. Segera lakukan pengecekan dan servis mobil pasca mudik agar kendaraan tetap nyaman, aman, dan hemat bahan bakar.