Ask
Me


Test
Drive


Find


Brochure

Click
Me

Back
to Top

5 Risiko Besar Jika Mobil Terendam Banjir Parah

  News /   03 Februari 2026

Musim hujan selalu menjadi periode paling mengkhawatirkan bagi pemilik mobil yang tinggal di kawasan rawan banjir. Dalam hitungan jam, mobil bisa terendam air dan menimbulkan berbagai kerusakan serius yang tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berisiko pada keselamatan berkendara.

Air banjir yang bercampur lumpur, kotoran, dan zat korosif dapat masuk ke berbagai komponen penting mobil mulai dari mesin, interior, hingga sistem kelistrikan. Berikut lima risiko utama yang wajib diwaspadai jika mobil terendam banjir parah.

 

1. Risiko Kerusakan Mesin yang Fatal

Saat ketinggian air banjir sudah menyentuh kap mobil, besar kemungkinan air masuk ke ruang mesin. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama jika mesin langsung dinyalakan setelah banjir surut.

Air yang masuk melalui filter udara atau celah mesin dapat menyebabkan water hammer, yaitu tekanan air yang membuat piston, ring, atau batang piston bengkok. Kerusakan ini tergolong berat dan biayanya sangat mahal.

Langkah paling aman: jangan menyalakan mesin, segera gunakan jasa derek dan lakukan pemeriksaan menyeluruh di bengkel.

 

2. Interior Rusak, Bau Apek, dan Berisiko Karat

Air banjir hampir selalu membawa lumpur dan bakteri. Jika masuk ke kabin, interior mobil akan lembap, berbau apek, dan memicu karat pada rangka besi di bawah karpet.

Penanganan ideal adalah membongkar seluruh interior hingga rangka besi terlihat, lalu membersihkan secara menyeluruh dan memberi lapisan anti karat jika diperlukan. Jika dibiarkan terlalu lama, bau tidak sedap akan sulit dihilangkan dan nilai mobil pun menurun drastis.

 

3. Harga Jual Mobil Anjlok, Bahkan Sulit Dijual

Mobil bekas yang pernah terendam banjir memiliki stigma negatif di pasar. Meski terlihat normal dari luar, kerusakan bisa muncul beberapa bulan kemudian terutama pada kabel dan sistem kelistrikan.

Masalah ringan seperti audio, AC, lampu, wiper, atau indikator EPS bisa muncul. Dalam kondisi parah, korsleting listrik bahkan dapat memicu kebakaran. Tak heran jika harga jual mobil bekas banjir turun drastis dan sering kali tidak laku di pasaran, apalagi jika diperiksa oleh inspektor profesional.

 

4. Performa Mesin Menurun dan Mobil Lebih Rentan Rusak

Jika air banjir masuk ke dalam mesin atau bercampur dengan oli, maka oli harus segera dikuras dan diganti. Proses ini sering disebut “cuci darah” mesin.

Sisa air dan kotoran yang tidak dibersihkan tuntas dapat membuat kinerja mesin menurun dan mempercepat kerusakan komponen. Mobil pun menjadi lebih sering bermasalah di kemudian hari, meskipun awalnya terlihat baik-baik saja.

 

5. Muncul Embun di Dalam Lampu Mobil

Lampu mobil juga tidak luput dari risiko. Air banjir dapat masuk ke sela-sela lampu dan meninggalkan embun di bagian dalam.

Jika dibiarkan, lampu akan menjadi buram dan mengurangi visibilitas saat berkendara, terutama di malam hari atau hujan. Solusinya adalah membongkar lampu dan membersihkan bagian dalam secara menyeluruh agar tidak membahayakan keselamatan.

 

Kesimpulan

Mobil yang terendam banjir bukan hanya soal tampilan luar, tetapi menyangkut kerusakan jangka panjang yang bisa berdampak serius. Penanganan cepat dan tepat setelah banjir sangat menentukan kondisi mobil di masa depan.

Jika mobil Anda terendam banjir, jangan menunda pemeriksaan. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang kerusakan bisa diminimalkan.

Source : https://otospector.co.id/blog/inilah-5-risiko-jika-mobil-terkena-banjir-parah